Mengkonfigurasi IP Address pada Distro Linux CentOS agak berbeda dengan konfigurasi pada Distro Linux Ubuntu, walaupun sama-sama distro linux. Disini saya akan mengkonfigurasi IP Address pada CentOS 6.4 versi 64bit. Pertama-tama lihat daftar interface jaringan yang dapat dikenali oleh CentOS 6.4 :
Selasa, 19 Agustus 2014
Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 4
4. Memindahkan Volume Group Ke System Berbeda
Pada tutorial sebelumnya, kita telah mengoprek-oprek partisi LVM. Kita sudah mengurangi (reduce) dan memperbesar (extend) partisi-partisi LVM yang telah memiliki data-data di dalamnya. Dan data-data tersebut masih utuh. Saya ingatkan bahwa percobaan tersebut disimulasikan menggunakan Hardisk Virtual dan VM Ubuntu Server 14.04 yang memiliki kapasitas 4 GB + 6 GB. Jadi ketika anda melakukan hal tersebut pada hardisk LVM yang real, yang telah berisi data-data hingga ratusan gigabyte, atau bahkan mungkin terrabyte, maka jika anda belum mem-backup data-data tersebut, pastikan bahwa anda yakin / telah berpengalaman dalam me-manage hardisk-hardisk LVM, dan pastikan bahwa anda tahu benar dengan resiko dari tindakan yang akan anda lakukan tersebut.
Percobaan kita selanjutnya adalah memindahkan hardisk LVM dari satu system ke system yang lainnya, atau dari satu server fisik ke server fisik lainnya. Dalam hal ini kita akan memindahkan VG "ShareLVM" yang terdiri dari 2 PV ("/dev/sdc1" dan "/dev/sdb1") dari Ubuntu Server 14.04 ke CentOS 6.4 Minimal Server, kedua-duanya adalah versi 64bit dan kedua-duanya menggunakan lvm2 :
Pada tutorial sebelumnya, kita telah mengoprek-oprek partisi LVM. Kita sudah mengurangi (reduce) dan memperbesar (extend) partisi-partisi LVM yang telah memiliki data-data di dalamnya. Dan data-data tersebut masih utuh. Saya ingatkan bahwa percobaan tersebut disimulasikan menggunakan Hardisk Virtual dan VM Ubuntu Server 14.04 yang memiliki kapasitas 4 GB + 6 GB. Jadi ketika anda melakukan hal tersebut pada hardisk LVM yang real, yang telah berisi data-data hingga ratusan gigabyte, atau bahkan mungkin terrabyte, maka jika anda belum mem-backup data-data tersebut, pastikan bahwa anda yakin / telah berpengalaman dalam me-manage hardisk-hardisk LVM, dan pastikan bahwa anda tahu benar dengan resiko dari tindakan yang akan anda lakukan tersebut.
Percobaan kita selanjutnya adalah memindahkan hardisk LVM dari satu system ke system yang lainnya, atau dari satu server fisik ke server fisik lainnya. Dalam hal ini kita akan memindahkan VG "ShareLVM" yang terdiri dari 2 PV ("/dev/sdc1" dan "/dev/sdb1") dari Ubuntu Server 14.04 ke CentOS 6.4 Minimal Server, kedua-duanya adalah versi 64bit dan kedua-duanya menggunakan lvm2 :
Senin, 18 Agustus 2014
Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 3
3. Merubah Kapasitas Partisi LV dan File Systemnya
Pada postingan sebelumnya kita berhasil membuat partisi LVM dari 2 buah hardisk dengan memiliki 3 partisi LV. Kita juga telah berhasil me-mount-nya secara otomatis setiap komputer reboot. Dan kita juga telah berhasil menyalin berbagai jenis file ke dalam nya baik melalui perintah copy maupun rsync. Sekarang kita akan melakukan operasi penyusutan dan pembesaran kapasitas partisi LV.
Menyusutkan Kapasitas Partisi LV "Share"
Untuk mengingat kembali kondisi partisi LVM yang telah kita buat, mari lihat hasil perintah di bawah ini :
Pada postingan sebelumnya kita berhasil membuat partisi LVM dari 2 buah hardisk dengan memiliki 3 partisi LV. Kita juga telah berhasil me-mount-nya secara otomatis setiap komputer reboot. Dan kita juga telah berhasil menyalin berbagai jenis file ke dalam nya baik melalui perintah copy maupun rsync. Sekarang kita akan melakukan operasi penyusutan dan pembesaran kapasitas partisi LV.
Menyusutkan Kapasitas Partisi LV "Share"
Untuk mengingat kembali kondisi partisi LVM yang telah kita buat, mari lihat hasil perintah di bawah ini :
lvm@ubuntu-lvm:~$ df -h Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on /dev/mapper/ubuntu--lvm--vg-root 5.1G 1.1G 3.8G 22% / none 4.0K 0 4.0K 0% /sys/fs/cgroup udev 235M 4.0K 235M 1% /dev tmpfs 50M 1012K 49M 3% /run none 5.0M 0 5.0M 0% /run/lock none 246M 0 246M 0% /run/shm none 100M 0 100M 0% /run/user /dev/sda1 236M 37M 188M 17% /boot /dev/mapper/ShareLVM-Share 3.9G 1017M 2.7G 28% /var/LVMMount/Share /dev/mapper/ShareLVM-Backup 3.9G 978M 2.7G 27% /var/LVMMount/Backup /dev/mapper/ShareLVM-Media 1.5G 2.3M 1.4G 1% /var/LVMMount/Media
Rabu, 13 Agustus 2014
Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 2
2. Membuat Partisi LVM
Pada tutorial sebelumnya kita telah melihat partisi LVM yang dibuat secara otomatis oleh Ubuntu Server 14.04. Nah, kali ini kita akan belajar membuat partisi LVM sendiri pada 2 hardisk yang baru. Disini kita masih menggunakan Virtualbox untuk melakukan simulasinya. Untuk memulai, pertama-tama dalam kondisi PC off, tambahkan 2 hardisk baru bertipe sata.
Kemudian nyalakan PC Ubuntu Server 14.04. Setelah memasukkan username dan password, pada terminal ketikkan perintah berikut :
Pada tutorial sebelumnya kita telah melihat partisi LVM yang dibuat secara otomatis oleh Ubuntu Server 14.04. Nah, kali ini kita akan belajar membuat partisi LVM sendiri pada 2 hardisk yang baru. Disini kita masih menggunakan Virtualbox untuk melakukan simulasinya. Untuk memulai, pertama-tama dalam kondisi PC off, tambahkan 2 hardisk baru bertipe sata.
Kemudian nyalakan PC Ubuntu Server 14.04. Setelah memasukkan username dan password, pada terminal ketikkan perintah berikut :
lvm@ubuntu-lvm:~$ sudo fdisk -l Disk /dev/sda: 6442 MB, 6442450944 bytes 255 heads, 63 sectors/track, 783 cylinders, total 12582912 sectors Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes Disk identifier: 0x0006732d Device Boot Start End Blocks Id System /dev/sda1 * 2048 499711 248832 83 Linux /dev/sda2 501758 12580863 6039553 5 Extended /dev/sda5 501760 12580863 6039552 8e Linux LVM Disk /dev/sdb: 6442 MB, 6442450944 bytes 255 heads, 63 sectors/track, 783 cylinders, total 12582912 sectors Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes Disk identifier: 0x26cb0a60 Device Boot Start End Blocks Id System Disk /dev/sdc: 4294 MB, 4294967296 bytes 255 heads, 63 sectors/track, 522 cylinders, total 8388608 sectors Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes Disk identifier: 0x00000000 Disk /dev/sdc doesn't contain a valid partition table
Selasa, 12 Agustus 2014
Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 1
Sebelum melanjutkan pembahasan kita akan sedikit mempelajari apa itu partisi Primary, Extended dan Logical.
Partisi Primary
Partisi utama harddisk dan biasanya digunakan untuk install Sistem Operasi. Partisi ini hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi. Tapi jika menggunakan Sistem Operasi DOS, maka partisi primary hanya satu dan untuk sistem. Di GNU/Linux partisi ini dikenali dengan nomor partisi 1,2,3, dan 4 atau sda1, sda2, sda3, sda4.
Partisi Extended
Partisi yang digunakan untuk mengatasi kekurang partisi primary yang hanya dimungkinkan membuat 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4, maka partisi ini wajib ada dengan cara mengorbankan satu partisi primary. Bagaimana cara membuat partisi extended ini? Partisi ini tidak perlu dibuat secara manual, tapi cukup dengan membuat partisi logical maka secara otomatis partisi extended akan terbentuk dengan sendirinya. Partisi ini akan menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misal jika hanya ada 2 partisi primary, maka partisi ini akan menempati posisi sda3.
Partisi Logical
Partisi yang akan selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi akan selalu dimulai dari 5 dan seterusnya. Jika ada 3 jenis partisi logical maka masing-masing akan menempati sda5, sda6, dan sda7.
Catatan:
jika kita menggunakan atau menginstall GNU/Linux di Harddisk P-ATA, maka akan dikenali dengan hda bukan sda. Penamaan sda hanya untuk harddisk tipe SCSI atau SATA, kecuali jika GNU/Linux sudah mengganti standar tersebut.
Senin, 11 Agustus 2014
Konversi VM Image Virtualbox (.vdi) Ke VM Image VMware (.vmdk)
Pada postingan kali ini saya akan menunjukkan bagai mana cara mengkonversi sebuah virtual hardisk dengan format .vdi yang digunakan oleh Virtualbox menjadi format .vmdk yang digunakan oleh VMware.
Misal kita memiliki sebuah VM dari Virtualbox yang terletak di /media/it/DATA1/VirtualBoxHDD/WindowsXP-SP3/WindowsXP-SP3.vdi dan akan dikonversi menjadi sebuah VM dengan format .vmdk, kita akan mengkonversinya dan hasil konversi akan disimpan di /media/it/DATA2/WindowsXP-SP3.vmdk. Caranya cukup gampang, buka terminal kemudian ketikkan perintah berikut :
Setelah berhasil melakukan konversi kita dapat membuat sebuah VM baru di VM Ware kemudian gunakan VM Image yang telah dikonversi tersebut sebagai Virtual Hardisk.
Misal kita memiliki sebuah VM dari Virtualbox yang terletak di /media/it/DATA1/VirtualBoxHDD/WindowsXP-SP3/WindowsXP-SP3.vdi dan akan dikonversi menjadi sebuah VM dengan format .vmdk, kita akan mengkonversinya dan hasil konversi akan disimpan di /media/it/DATA2/WindowsXP-SP3.vmdk. Caranya cukup gampang, buka terminal kemudian ketikkan perintah berikut :
it@it-H55M-S2:~/VirtualBox VMs$ VBoxManage clonehd /media/it/DATA1/VirtualBoxHDD/WindowsXP-SP3/WindowsXP-SP3.vdi /media/it/DATA2/WindowsXP-SP3.vmdk --format VMDK 0%...10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100% Clone hard disk created in format 'VMDK'. UUID: 9185e46f-f0c7-4f5a-9873-349535ab383d
it@it-H55M-S2:~/VirtualBox VMs$ ls -l /media/it/DATA2
Setelah berhasil melakukan konversi kita dapat membuat sebuah VM baru di VM Ware kemudian gunakan VM Image yang telah dikonversi tersebut sebagai Virtual Hardisk.
Kamis, 07 Agustus 2014
Membangun Intermediate Mail Server Berbasis Ubuntu Server 14.04
Intermediate Mail Server (IMS) adalah email server yang menjembatani
antara user-user local dalam mengakses Reguler Mail Server yang ada di
internet semisal gmail.com dan yang lainnya. Intermediate Mail Server
(IMS) akan megambil email-email user lokal di internet kemudian
menyimpannya. IMS juga akan mengirimkan email-email user lokal ke
internet melalui Reguler Mail Server di internet yang telah ditentukan.
Perhatikan topology nya seperti di bawah ini :
Gambar 1. Topology Jaringan Dengan Intermediate Mail Server
Langganan:
Postingan (Atom)

