Selasa, 19 Agustus 2014

Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 4

4. Memindahkan Volume Group Ke System Berbeda

Pada tutorial sebelumnya, kita telah mengoprek-oprek partisi LVM. Kita sudah mengurangi (reduce) dan memperbesar (extend) partisi-partisi LVM yang telah memiliki data-data di dalamnya. Dan data-data tersebut masih utuh. Saya ingatkan bahwa percobaan tersebut disimulasikan menggunakan Hardisk Virtual dan VM Ubuntu Server 14.04 yang memiliki kapasitas 4 GB + 6 GB. Jadi ketika anda melakukan hal tersebut pada hardisk LVM yang real, yang telah berisi data-data hingga ratusan gigabyte, atau bahkan mungkin terrabyte, maka jika anda belum mem-backup data-data tersebut, pastikan bahwa anda yakin / telah berpengalaman dalam me-manage hardisk-hardisk LVM, dan pastikan bahwa anda tahu benar dengan resiko dari tindakan yang akan anda lakukan tersebut.
Percobaan kita selanjutnya adalah memindahkan hardisk LVM dari satu system ke system yang lainnya, atau dari satu server fisik ke server fisik lainnya. Dalam hal ini kita akan memindahkan VG "ShareLVM" yang terdiri dari 2 PV ("/dev/sdc1" dan "/dev/sdb1") dari Ubuntu Server 14.04 ke CentOS 6.4 Minimal Server, kedua-duanya adalah versi 64bit dan kedua-duanya menggunakan lvm2 :

Senin, 18 Agustus 2014

Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 3

3. Merubah Kapasitas Partisi LV dan File Systemnya

Pada postingan sebelumnya kita berhasil membuat partisi LVM dari 2 buah hardisk dengan memiliki 3 partisi LV. Kita juga telah berhasil me-mount-nya secara otomatis setiap komputer reboot. Dan kita juga telah berhasil menyalin berbagai jenis file ke dalam nya baik melalui perintah copy maupun rsync. Sekarang kita akan melakukan operasi penyusutan dan pembesaran kapasitas partisi LV.

Menyusutkan Kapasitas Partisi LV "Share"

Untuk mengingat kembali kondisi partisi LVM yang telah kita buat, mari lihat hasil perintah di bawah ini :

lvm@ubuntu-lvm:~$ df -h
Filesystem                        Size  Used Avail Use% Mounted on
/dev/mapper/ubuntu--lvm--vg-root  5.1G  1.1G  3.8G  22% /
none                              4.0K     0  4.0K   0% /sys/fs/cgroup
udev                              235M  4.0K  235M   1% /dev
tmpfs                              50M 1012K   49M   3% /run
none                              5.0M     0  5.0M   0% /run/lock
none                              246M     0  246M   0% /run/shm
none                              100M     0  100M   0% /run/user
/dev/sda1                         236M   37M  188M  17% /boot
/dev/mapper/ShareLVM-Share        3.9G 1017M  2.7G  28% /var/LVMMount/Share
/dev/mapper/ShareLVM-Backup       3.9G  978M  2.7G  27% /var/LVMMount/Backup
/dev/mapper/ShareLVM-Media        1.5G  2.3M  1.4G   1% /var/LVMMount/Media

Rabu, 13 Agustus 2014

Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 2

2. Membuat Partisi LVM


Pada tutorial sebelumnya kita telah melihat partisi LVM yang dibuat secara otomatis oleh Ubuntu Server 14.04. Nah, kali ini kita akan belajar membuat partisi LVM sendiri pada 2 hardisk yang baru. Disini kita masih menggunakan Virtualbox untuk melakukan simulasinya. Untuk memulai, pertama-tama dalam kondisi PC off, tambahkan 2 hardisk baru bertipe sata.
Kemudian nyalakan PC Ubuntu Server 14.04. Setelah memasukkan username dan password, pada terminal ketikkan perintah berikut :

lvm@ubuntu-lvm:~$ sudo fdisk -l

Disk /dev/sda: 6442 MB, 6442450944 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 783 cylinders, total 12582912 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x0006732d

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/sda1   *        2048      499711      248832   83  Linux
/dev/sda2          501758    12580863     6039553    5  Extended
/dev/sda5          501760    12580863     6039552   8e  Linux LVM

Disk /dev/sdb: 6442 MB, 6442450944 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 783 cylinders, total 12582912 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x26cb0a60

   Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System

Disk /dev/sdc: 4294 MB, 4294967296 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 522 cylinders, total 8388608 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x00000000

Disk /dev/sdc doesn't contain a valid partition table

Selasa, 12 Agustus 2014

Oprek-oprek Partisi LVM Bag. 1

1. Partisi LVM Pada Ubuntu Server 14.04
Pada bagian pertama ini kita akan mencoba menganalisa partisi LVM (Logical Volume Managemer) yang dibuat secara otomatis oleh Sistem Operasi Linux (Ubuntu Server 14.04). Kenapa kita harus repot-repot menganalisa pola partisi LVM yang dibuat oleh sebuah sistem operasi Linux ? karena dengan mengetahui pola partisi LVM yang dibuat otomatis oleh sebuah Sistem Operasi Linux, setidaknya sedikit atau banyak kita telah memiliki wawasan akan salah satu pola partisi LVM yang baik. Dengan begitu, setelah mengetahui pola pembagian partisi LVM yang standar dari sebuah sistem operasi linux, maka setidaknya kita dapat membuat pola pembagian partisi yang baik sesuai dengan kebutuhan kita.
Sebelum melanjutkan pembahasan kita akan sedikit mempelajari apa itu partisi Primary, Extended dan Logical.

Partisi Primary
Partisi utama harddisk dan biasanya digunakan untuk install Sistem Operasi. Partisi ini hanya bisa dibuat maksimal 4 partisi. Tapi jika menggunakan Sistem Operasi DOS, maka partisi primary hanya satu dan untuk sistem. Di GNU/Linux partisi ini dikenali dengan nomor partisi 1,2,3, dan 4 atau sda1, sda2, sda3, sda4.

Partisi Extended
Partisi yang digunakan untuk mengatasi kekurang partisi primary yang hanya dimungkinkan membuat 4 partisi. Jika ingin memiliki partisi lebih dari 4, maka partisi ini wajib ada dengan cara mengorbankan satu partisi primary. Bagaimana cara membuat partisi extended ini? Partisi ini tidak perlu dibuat secara manual, tapi cukup dengan membuat partisi logical maka secara otomatis partisi extended akan terbentuk dengan sendirinya. Partisi ini akan menempati nomor partisi +1 dari partisi primary. Misal jika hanya ada 2 partisi primary, maka partisi ini akan menempati posisi sda3.

Partisi Logical
Partisi yang akan selalu dibuat didalam partisi extended. Nomor partisi akan selalu dimulai dari 5 dan seterusnya. Jika ada 3 jenis partisi logical maka masing-masing akan menempati sda5, sda6, dan sda7.

Catatan:
jika kita menggunakan atau menginstall GNU/Linux di Harddisk P-ATA, maka akan dikenali dengan hda bukan sda. Penamaan sda hanya untuk harddisk tipe SCSI atau SATA, kecuali jika GNU/Linux sudah mengganti standar tersebut.

Senin, 11 Agustus 2014

Konversi VM Image Virtualbox (.vdi) Ke VM Image VMware (.vmdk)

Pada postingan kali ini saya akan menunjukkan bagai mana cara mengkonversi sebuah virtual hardisk dengan format .vdi yang digunakan oleh Virtualbox menjadi format .vmdk yang digunakan oleh VMware.
Misal kita memiliki sebuah VM dari Virtualbox yang terletak di /media/it/DATA1/VirtualBoxHDD/WindowsXP-SP3/WindowsXP-SP3.vdi dan akan dikonversi menjadi sebuah VM dengan format .vmdk, kita akan mengkonversinya dan hasil konversi akan disimpan di /media/it/DATA2/WindowsXP-SP3.vmdk. Caranya cukup gampang, buka terminal kemudian ketikkan perintah berikut :

it@it-H55M-S2:~/VirtualBox VMs$ VBoxManage clonehd /media/it/DATA1/VirtualBoxHDD/WindowsXP-SP3/WindowsXP-SP3.vdi /media/it/DATA2/WindowsXP-SP3.vmdk --format VMDK
0%...10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100%
Clone hard disk created in format 'VMDK'. UUID: 9185e46f-f0c7-4f5a-9873-349535ab383d
 
it@it-H55M-S2:~/VirtualBox VMs$ ls -l /media/it/DATA2

Setelah berhasil melakukan konversi kita dapat membuat sebuah VM baru di VM Ware kemudian gunakan VM Image yang telah dikonversi tersebut sebagai Virtual Hardisk.

Kamis, 07 Agustus 2014

Membangun Intermediate Mail Server Berbasis Ubuntu Server 14.04

Intermediate Mail Server (IMS) adalah email server yang menjembatani antara user-user local dalam mengakses Reguler Mail Server yang ada di internet semisal gmail.com dan yang lainnya. Intermediate Mail Server (IMS) akan megambil email-email user lokal di internet kemudian menyimpannya. IMS juga akan mengirimkan email-email user lokal ke internet melalui Reguler Mail Server di internet yang telah ditentukan. Perhatikan topology nya seperti di bawah ini :


Gambar 1. Topology Jaringan Dengan Intermediate Mail Server

Selasa, 22 Juli 2014

Error VMWare WS 10.0.0 di Ubuntu 14.04 "Unable to run VMware - Failed to build vmnet"

Pada kesempatan ini saya akan berbagi pengalaman bagaimana solusi mengatasi masalah yang muncul saat menginstall VMWare Workstation 10.0.0 pada ubuntu 14.04 64bit.
Setelah selesai menginstall VMWare 10.0.0 pada ubuntu 14.04, kemudian dijalankan muncul pesan error “Unable to start services” yang kalau dibaca pada file log-nya menurut saya penyebabnya “Failed to build vmnet”. Pesan error yang muncul tampak seperti gambar di bawah ini.