Rabu, 17 Juni 2015
Senin, 15 Juni 2015
Menjalankan VM VirtualBox dalam Mode Headless
Berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan agar VM yang terdapat didalam Virtualbox 4.3 yang terinstall di Ubuntu Server 14.04 dapat berjalan dalam mode headless secara otomatis setiap kali komputer boot pertama kali.
Langkah pertama adalah mengubah entri dalam file sources.list agar menggunakan server repository lokal Indonesia agar proses update, upgrade dan instalasi paket software menjadi lebih cepat. Tambahkan juga entri server repositori untuk instalasi software VirtualBox 4.3 agar kelak kita bisa langsung menginstall VirtualBox 4.3.
Ikuti langkah-langkah berikut ini.
Install VirtualBox dan semua paket yang dibutuhkan, kemudian download VirtualBox Extension Pack dan install.
Kemudian saya akan menjadikan user "setiawan" sebagai user yang akan me-manage VirtualBox.
Untuk menguji bahwa Virtualbox telah diinstall dan diload dengan benar, jalankan perintah berikut ini.
Jika Virtualbox belum terinstall dengan benar, jalankan perintah berikut ini untuk me-reload kernel modules.
Karena saat ini saya berjalan dengan user it, sedangkan VM yang terinstall telah dilakukan oleh user setiawan, maka daftar VM yang ada berada di home folder setiawan. Dan untuk melihatnya saya harus menjalankan perintah "VBoxManage list vms" atas nama setiawan.
Untuk menjalankan VM yang dimiliki oleh setiawan tersebut, maka saya harus menjalankan perintah "VBoxManage --startvm" atas nama user setiawan juga, seperti berikut ini.
Lihat perintah diatas memunculkan issue "Failed to create secure directory...". Walaupun jika saya mengabaikan issue diatas VM tetap berjalan sebagaimana mestinya, namun saya berusaha untuk menghindari issue apapun yang muncul. Walaupun menjalankan VirtualBox sebagai root dikatakan kurang aman oleh beberapa sumber yang saya sempat baca, namun langkah ini menghindari issue yang muncul seperti diatas.
Karena kelak perintah menjalankan Virtualbox dalam mode headless akan di entry ke file rc.local yang notabene akan dieksekusi oleh root, maka saya akan VM tersebut sebagai root. langkah yang akan saya lakukan adalah sebagai user setiawan saya akan meng-export VM tersebut, kemudian menjalankan VirtualBox sebagai root kemudian meng-import VM tersebut, sehingga VM tersebut terdaftar didalam VirtualBox yang dijalankan oleh root. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan.
Kemudian jalankan virtualbox sebagai root. Dan Import Virtual Machines diatas. Jika prosesnya berhasil dengan benar, maka pada home folder user root sekarang akan terdapat folder Virtualbox.
setiawan@Setiawan-Log:/home/it$ su root
Password:
root@Setiawan-Log:/home/it# ls -l /root/
total 8
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 13 12:33 Desktop
drwx------ 3 root root 4096 Jun 15 09:57 VirtualBox VMs
Dan akan terdapat VM baru.
root@Setiawan-Log:/home/it# VBoxManage list vms
"Ubuntu-14.04-x64" {6561b46e-9a55-479f-bde5-5fbcd6a559db}
Untuk menguji apakah sekarang VM "Ubuntu-14.04-x64" telah dapat dijalankan oleh user root, maka jalankan VM tersebut dalam mode headless.
root@Setiawan-Log:/home/it# VBoxHeadless --startvm Ubuntu-14.04-x64
Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.3.28
(C) 2008-2015 Oracle Corporation
All rights reserved.
VRDE server is listening on port 3389.
Sekarang terlihat bahwa VM tersebut telah dapat dijalankan oleh user root tanpa issue. Sekarang shutdown VM tersebut. Dan masukkan perintah untuk menjalankan VM tersebut dalam mode headless kedalam file rc.local :
root@Setiawan-Log:/home/it# vim /etc/rc.local
#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
# This script is executed at the end of each multiuser runlevel.
# Make sure that the script will "exit 0" on success or any other
# value on error.
#
# In order to enable or disable this script just change the execution
# bits.
#
# By default this script does nothing.
#Run vm in headless mode as root
VBoxHeadless --startvm Ubuntu-14.04-x64
exit 0
sumber :
https://www.howtoforge.com/vboxheadless-running-virtual-machines-with-virtualbox-4.3-on-a-headless-ubuntu-14.04-lts-server
http://www.virtualbox.org/manual/ch07.html#vboxheadless
https://www.thomas-krenn.com/en/wiki/Headless_Mode_for_Virtual_Machines_of_VirtualBox
http://www.unixmen.com/install-oracle-virtualbox-and-manage-it-using-phpvirtualbox-on-ubuntu-15-04-headless-server/
https://www.liberiangeek.net/2014/09/install-virtualbox-headless-ubuntu-14-04-server-manage-phpvirtualbox/
Langkah pertama adalah mengubah entri dalam file sources.list agar menggunakan server repository lokal Indonesia agar proses update, upgrade dan instalasi paket software menjadi lebih cepat. Tambahkan juga entri server repositori untuk instalasi software VirtualBox 4.3 agar kelak kita bisa langsung menginstall VirtualBox 4.3.
Ikuti langkah-langkah berikut ini.
root@Setiawan-Log:/home/it# vim /etc/apt/sources.list deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty main restricted universe multiverse deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-updates main restricted universe multiverse deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-security main restricted universe multiverse deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-backports main restricted universe multiverse deb http://kambing.ui.ac.id/ubuntu/ trusty-proposed main restricted universe multiverse deb http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian trusty contrib root@Setiawan-Log:/home/it# wget -q http://download.virtualbox.org/virtualbox/debian/oracle_vbox.asc -O- | apt-key add - root@Setiawan-Log:/home/it# apt-get update root@Setiawan-Log:/home/it# apt-get upgrade root@Setiawan-Log:/home/it# cat /etc/os-release NAME="Ubuntu" VERSION="14.04.2 LTS, Trusty Tahr" ID=ubuntu ID_LIKE=debian PRETTY_NAME="Ubuntu 14.04.2 LTS" VERSION_ID="14.04" HOME_URL="http://www.ubuntu.com/" SUPPORT_URL="http://help.ubuntu.com/" BUG_REPORT_URL="http://bugs.launchpad.net/ubuntu/"
Install VirtualBox dan semua paket yang dibutuhkan, kemudian download VirtualBox Extension Pack dan install.
root@Setiawan-Log:/home/it# apt-get install linux-headers-$(uname -r) build-essential virtualbox-4.3 dkms root@Setiawan-Log:~# su it it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ wget http://download.virtualbox.org/virtualbox/4.3.28/Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.28-100309.vbox-extpack it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ sudo VBoxManage extpack install Oracle_VM_VirtualBox_Extension_Pack-4.3.28-100309.vbox-extpack 0%...10%...20%...30%...40%...50%...60%...70%...80%...90%...100% Successfully installed "Oracle VM VirtualBox Extension Pack".
Kemudian saya akan menjadikan user "setiawan" sebagai user yang akan me-manage VirtualBox.
it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ id setiawan uid=1001(setiawan) gid=1001(setiawan) groups=1001(setiawan),24(cdrom),46(plugdev),108(lpadmin) it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ sudo usermod -aG vboxusers setiawan it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ id setiawan uid=1001(setiawan) gid=1001(setiawan) groups=1001(setiawan),24(cdrom),46(plugdev),108(lpadmin),125(vboxusers)
Untuk menguji bahwa Virtualbox telah diinstall dan diload dengan benar, jalankan perintah berikut ini.
it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ sudo /etc/init.d/vboxdrv status VirtualBox kernel modules (vboxdrv, vboxnetflt, vboxnetadp, vboxpci) are loaded.
Jika Virtualbox belum terinstall dengan benar, jalankan perintah berikut ini untuk me-reload kernel modules.
it@Setiawan-Log:/home/setiawan$ sudo /etc/init.d/vboxdrv setup
Karena saat ini saya berjalan dengan user it, sedangkan VM yang terinstall telah dilakukan oleh user setiawan, maka daftar VM yang ada berada di home folder setiawan. Dan untuk melihatnya saya harus menjalankan perintah "VBoxManage list vms" atas nama setiawan.
it@Setiawan-Log:~$ su setiawan -c "VBoxManage list vms" Password: "Ubuntu-14.04-x64" {6b86b83b-2358-4e6a-8409-8448c064a6f8}
Untuk menjalankan VM yang dimiliki oleh setiawan tersebut, maka saya harus menjalankan perintah "VBoxManage --startvm" atas nama user setiawan juga, seperti berikut ini.
it@Setiawan-Log:~$ su setiawan -c "VBoxHeadless --startvm Ubuntu-14.04-x64" Password: Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.3.28 (C) 2008-2015 Oracle Corporation All rights reserved. Failed to create secure directory (/run/user/1000/pulse): Permission denied VRDE server is listening on port 3389.
Lihat perintah diatas memunculkan issue "Failed to create secure directory...". Walaupun jika saya mengabaikan issue diatas VM tetap berjalan sebagaimana mestinya, namun saya berusaha untuk menghindari issue apapun yang muncul. Walaupun menjalankan VirtualBox sebagai root dikatakan kurang aman oleh beberapa sumber yang saya sempat baca, namun langkah ini menghindari issue yang muncul seperti diatas.
Karena kelak perintah menjalankan Virtualbox dalam mode headless akan di entry ke file rc.local yang notabene akan dieksekusi oleh root, maka saya akan VM tersebut sebagai root. langkah yang akan saya lakukan adalah sebagai user setiawan saya akan meng-export VM tersebut, kemudian menjalankan VirtualBox sebagai root kemudian meng-import VM tersebut, sehingga VM tersebut terdaftar didalam VirtualBox yang dijalankan oleh root. Berikut langkah-langkah yang saya lakukan.
Kemudian jalankan virtualbox sebagai root. Dan Import Virtual Machines diatas. Jika prosesnya berhasil dengan benar, maka pada home folder user root sekarang akan terdapat folder Virtualbox.
setiawan@Setiawan-Log:/home/it$ su root
Password:
root@Setiawan-Log:/home/it# ls -l /root/
total 8
drwxr-xr-x 2 root root 4096 Jun 13 12:33 Desktop
drwx------ 3 root root 4096 Jun 15 09:57 VirtualBox VMs
Dan akan terdapat VM baru.
root@Setiawan-Log:/home/it# VBoxManage list vms
"Ubuntu-14.04-x64" {6561b46e-9a55-479f-bde5-5fbcd6a559db}
Untuk menguji apakah sekarang VM "Ubuntu-14.04-x64" telah dapat dijalankan oleh user root, maka jalankan VM tersebut dalam mode headless.
root@Setiawan-Log:/home/it# VBoxHeadless --startvm Ubuntu-14.04-x64
Oracle VM VirtualBox Headless Interface 4.3.28
(C) 2008-2015 Oracle Corporation
All rights reserved.
VRDE server is listening on port 3389.
Sekarang terlihat bahwa VM tersebut telah dapat dijalankan oleh user root tanpa issue. Sekarang shutdown VM tersebut. Dan masukkan perintah untuk menjalankan VM tersebut dalam mode headless kedalam file rc.local :
root@Setiawan-Log:/home/it# vim /etc/rc.local
#!/bin/sh -e
#
# rc.local
#
# This script is executed at the end of each multiuser runlevel.
# Make sure that the script will "exit 0" on success or any other
# value on error.
#
# In order to enable or disable this script just change the execution
# bits.
#
# By default this script does nothing.
#Run vm in headless mode as root
VBoxHeadless --startvm Ubuntu-14.04-x64
exit 0
sumber :
https://www.howtoforge.com/vboxheadless-running-virtual-machines-with-virtualbox-4.3-on-a-headless-ubuntu-14.04-lts-server
http://www.virtualbox.org/manual/ch07.html#vboxheadless
https://www.thomas-krenn.com/en/wiki/Headless_Mode_for_Virtual_Machines_of_VirtualBox
http://www.unixmen.com/install-oracle-virtualbox-and-manage-it-using-phpvirtualbox-on-ubuntu-15-04-headless-server/
https://www.liberiangeek.net/2014/09/install-virtualbox-headless-ubuntu-14-04-server-manage-phpvirtualbox/
Kamis, 28 Mei 2015
Ubuntu Server 12.04 - Bag. 6 : Konfigurasi LDAP Master dan Slave
Berikut ini adalah tahapan konfigurasi LDAP Master dan Slave. Konfigurasi LDAP Master juga dapat dilihat pada tutorial sebelumnya. Ok, disini langkah pertama yang akan dilakukan adalah menambahkan entry nama domain LDAP Slave (slave1-ldap.wanasl.lcl) ke Internal DNS Server yang kita gunakan. Ikuti langkah-langkah berikut ini.
Ingat bahwa perintah diatas diketikkan pada host DNS Server Master.
Pada file zona forward db.wanasl.lcl saya menambahkan entry slave1-ldap. Selanjutnya jangan lupa untuk menaikkan nomor seri nya, agar DNS Slave mendapatkan notifikasi dan update database terbaru dari DNS Master.
Saya juga telah menginstall paket LDAP. Selanjutnya konfigurasi LDAP Master akan dimulai. Pindah ke Host LDAP Master, kebetulan Host LDAP Master saya menjadi satu dengan DNS Server Master, jadi saya tidak perlu pindah host, :D
root@ns:/home/it# cat /etc/os-release NAME="Ubuntu" VERSION="12.04.5 LTS, Precise Pangolin" ID=ubuntu ID_LIKE=debian PRETTY_NAME="Ubuntu precise (12.04.5 LTS)" VERSION_ID="12.04" root@ns:/home/it# uname -a Linux ns.wanasl.lcl 3.8.0-29-generic #42~precise1-Ubuntu SMP Wed Aug 14 16:19:23 UTC 2013 x86_64 x86_64 x86_64 GNU/Linux root@ns:/home/it# ifconfig eth2 Link encap:Ethernet HWaddr 4a:f8:8d:37:15:ee inet addr:172.16.16.106 Bcast:172.16.16.127 Mask:255.255.255.224 . . . root@ns:/home/it# vim /var/cache/bind/db.wanasl.lcl . . .
ldap IN A 172.16.16.106
slave1-ldap IN A 192.168.99.126 . . root@ns:/home/it# service bind9 restart
Ingat bahwa perintah diatas diketikkan pada host DNS Server Master.
Pada file zona forward db.wanasl.lcl saya menambahkan entry slave1-ldap. Selanjutnya jangan lupa untuk menaikkan nomor seri nya, agar DNS Slave mendapatkan notifikasi dan update database terbaru dari DNS Master.
Saya juga telah menginstall paket LDAP. Selanjutnya konfigurasi LDAP Master akan dimulai. Pindah ke Host LDAP Master, kebetulan Host LDAP Master saya menjadi satu dengan DNS Server Master, jadi saya tidak perlu pindah host, :D
Selasa, 26 Mei 2015
Membangun File Server Dengan Samba (Implementasi ACL & Quota)
Tutorial kali ini saya akan membahas mengenai cara Konfigurasi File Server Samba dan mengimplementasikan ACL (Access Control List) untuk pembatasan hak akses bagi user-user dan group yang ada, serta mengkonfigurasi Quota untuk membatasi kapasitas storage bagi setiap user dan group.Lakukan instalasi paket samba seperti biasa. Berikut saya langsung melakukan tahapan konfigurasi Samba. Pertama-tama tambahkan group.
Kemudian buatkan Home Directory bagi group-group tersebut dan atur kepemilikan / owner folder-folder tersebut sesuai dengan groupnya.
it@Plan-FileSrv:~$ tail /etc/passwd nobody:x:65534:65534:nobody:/nonexistent:/usr/sbin/nologin libuuid:x:100:101::/var/lib/libuuid: syslog:x:101:104::/home/syslog:/bin/false messagebus:x:102:106::/var/run/dbus:/bin/false bind:x:103:113::/var/cache/bind:/bin/false landscape:x:104:114::/var/lib/landscape:/bin/false sshd:x:105:65534::/var/run/sshd:/usr/sbin/nologin avahi:x:106:115:Avahi mDNS daemon,,,:/var/run/avahi-daemon:/bin/false colord:x:107:117:colord colour management daemon,,,:/var/lib/colord:/bin/false it:x:1000:1000:IT,,,:/home/it:/bin/bash it@Plan-FileSrv:~$ sudo su [sudo] password for it: root@Plan-FileSrv:/home/it# groupadd accounting -g 10000 root@Plan-FileSrv:/home/it# groupadd hrd -g 20000 root@Plan-FileSrv:/home/it# groupadd l2e -g 30000 root@Plan-FileSrv:/home/it# tail /etc/group ssh:x:112: bind:x:113: landscape:x:114: avahi:x:115: winbindd_priv:x:116: colord:x:117: it:x:1000: accounting:x:10000: hrd:x:20000: l2e:x:30000:
Kemudian buatkan Home Directory bagi group-group tersebut dan atur kepemilikan / owner folder-folder tersebut sesuai dengan groupnya.
root@Plan-FileSrv:/home/it# mkdir /home/accounting root@Plan-FileSrv:/home/it# mkdir /home/hrd root@Plan-FileSrv:/home/it# mkdir /home/l2e root@Plan-FileSrv:/home/it# ls -lF /home/ total 16 drwxr-xr-x 2 root root 4096 Mar 25 15:58 accounting/ drwxr-xr-x 2 root root 4096 Mar 25 15:58 hrd/ drwxr-xr-x 3 it it 4096 Mar 24 15:54 it/ drwxr-xr-x 2 root root 4096 Mar 25 15:58 l2e/ root@Plan-FileSrv:/home/it# chown -R root.accounting /home/accounting root@Plan-FileSrv:/home/it# chown -R root.hrd /home/hrd root@Plan-FileSrv:/home/it# chown -R root.l2e /home/l2e root@Plan-FileSrv:/home/it# ls -lF /home/ total 16 drwxr-xr-x 2 root accounting 4096 Mar 25 15:58 accounting/ drwxr-xr-x 2 root hrd 4096 Mar 25 15:58 hrd/ drwxr-xr-x 3 it it 4096 Mar 24 15:54 it/ drwxr-xr-x 2 root l2e 4096 Mar 25 15:58 l2e/
Kamis, 21 Mei 2015
Instalasi Owncloud 8.03. Pada Ubuntu 14.04 LTS
Owncloud adalah sebuah server yang berfungsi untuk melakukan sharing dan sinkronisasi data antara komputer-komputer client dengan server Owncloud di dalam jaringan. Cara kerja Owncloud ini sangat mirip dengan Dropbox. Selain sebagai sharing dan sinkronisasi data, fungsi / fitur owncloud juga dapat di-extend dengan menambahkan berbagai applications seperti Calender, Chat, Contacts, External Sites, External Storage Support, dan lain-lain. Saya sendiri menggunakan External Storage Support untuk mengakses samba server, sehingga file-file kita yang terdapat di dalam server samba dapat di akses melalui Web Interface Owncloud. Dengan kemampuan dan fungsinya yang cukup banyak, maka keberadaan server Owncloud di dalam jaringan perusahaan dapat menjadi sangat berguna untuk operasional sehari-hari. Untuk mengetahui lebih banyak informasi mengenai Owncloud, silahkan merujuk ke https://owncloud.org.
Kali ini saya akan menjelaskan tahap-tahap instalasi Owncloud pada Ubuntu Server 14.04.
Agar tidak merepotkan di kemudian hari, maka saya me-remove aplikasi apparmor. Aplikasi ini dapat menimbulkan masalah dengan aplikasi lain jika kita tidak mahir mengkonfigurasinya. Untuk menghindari kerumitan di kemudian hari, maka saya memutuskan untuk me-remove aplikasi ini.
Kemudian install Apache, MySQL dan PHP. Untuk mempermudah instalasi ketiga aplikasi tersebut, saya langsung menginstall LAMP. Caranya adalah sebagai berikut.
Kemudian lanjutkan dengan menginstall modul-modul php yang dibutuhkan oleh Owncloud.
Sebagai tambahan, agar kelak Owncloud dapat digunakan untuk mengakses server samba, maka saya akan menginstall aplikasi samba client.
Kemudian kita akan mengamankan server MySQL dengan menjalankan script mysql_secure_installation. Melalui perintah ini kita akan men-set root password, me-remove anonymous users, men-disallow remote root login, dan me-remove database test. Kemudian diikuti dengan pembuatan database untuk Owncloud.
Sampai disini persiapan sudah selesai. Kita dapat langsung men-download file instalasi owncloud server. Disini saya men-download versi 8.0.3.
Kemudian extract file tersebut ke folder "/var/www/html" dan berikan hak akses yang benar agar bisa diakses oleh apache.
Kali ini saya akan menjelaskan tahap-tahap instalasi Owncloud pada Ubuntu Server 14.04.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# cat /etc/os-release NAME="Ubuntu" VERSION="14.04.2 LTS, Trusty Tahr" ID=ubuntu ID_LIKE=debian PRETTY_NAME="Ubuntu 14.04.2 LTS" VERSION_ID="14.04" HOME_URL="http://www.ubuntu.com/" SUPPORT_URL="http://help.ubuntu.com/" BUG_REPORT_URL="http://bugs.launchpad.net/ubuntu/"
Agar tidak merepotkan di kemudian hari, maka saya me-remove aplikasi apparmor. Aplikasi ini dapat menimbulkan masalah dengan aplikasi lain jika kita tidak mahir mengkonfigurasinya. Untuk menghindari kerumitan di kemudian hari, maka saya memutuskan untuk me-remove aplikasi ini.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# /etc/init.d/apparmor stop root@Acc-FileSrv:/home/IT# /etc/init.d/apparmor teardown root@Acc-FileSrv:/home/IT# update-rc.d -f apparmor remove root@Acc-FileSrv:/home/IT# aptitude remove apparmor apparmor-utils
Kemudian install Apache, MySQL dan PHP. Untuk mempermudah instalasi ketiga aplikasi tersebut, saya langsung menginstall LAMP. Caranya adalah sebagai berikut.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# apt-get install lamp-server^ root@Acc-FileSrv:/home/IT# php5 -v PHP 5.5.9-1ubuntu4.9 (cli) (built: Apr 17 2015 11:44:57) Copyright (c) 1997-2014 The PHP Group Zend Engine v2.5.0, Copyright (c) 1998-2014 Zend Technologies with Zend OPcache v7.0.3, Copyright (c) 1999-2014, by Zend Technologies root@Acc-FileSrv:/home/IT# dpkg -l | grep php5 ii libapache2-mod-php5 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 server-side, HTML-embedded scripting language (Apache 2 module) ii php5-cli 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 command-line interpreter for the php5 scripting language ii php5-common 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 Common files for packages built from the php5 source ii php5-json 1.3.2-2build1 amd64 JSON module for php5 <-- SUDAH TERINSTALL ii php5-mysql 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 MySQL module for php5 <-- SUDAH TERINSTALL ii php5-readline 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 Readline module for php5
Kemudian lanjutkan dengan menginstall modul-modul php yang dibutuhkan oleh Owncloud.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# apt-get install php5-gd php5-json php5-curl php5-intl php5-mcrypt php5-imagick php5-ldap root@Acc-FileSrv:/home/IT# dpkg -l | grep php5 ii libapache2-mod-php5 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 server-side, HTML-embedded scripting language (Apache 2 module) ii php5-cli 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 command-line interpreter for the php5 scripting language ii php5-common 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 Common files for packages built from the php5 source ii php5-curl 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 CURL module for php5 ii php5-gd 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 GD module for php5 ii php5-imagick 3.1.2-1build1 amd64 ImageMagick module for php5 ii php5-intl 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 internationalisation module for php5 ii php5-json 1.3.2-2build1 amd64 JSON module for php5 ii php5-mcrypt 5.4.6-0ubuntu5 amd64 MCrypt module for php5 ii php5-mysql 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 MySQL module for php5 ii php5-readline 5.5.9+dfsg-1ubuntu4.9 amd64 Readline module for php5
Sebagai tambahan, agar kelak Owncloud dapat digunakan untuk mengakses server samba, maka saya akan menginstall aplikasi samba client.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# apt-get install smbclient
Kemudian kita akan mengamankan server MySQL dengan menjalankan script mysql_secure_installation. Melalui perintah ini kita akan men-set root password, me-remove anonymous users, men-disallow remote root login, dan me-remove database test. Kemudian diikuti dengan pembuatan database untuk Owncloud.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# mysql_secure_installation Enter current password for root (enter for none): <--Masukkan password root mysql saat instalasi LAMP-Server Change the root password? [Y/n] y Remove anonymous users? [Y/n] y Disallow root login remotely? [Y/n] y Remove test database and access to it? [Y/n] y Reload privilege tables now? [Y/n] y root@Acc-FileSrv:/home/IT# mysql -u root -p Enter password: mysql> CREATE USER 'owncloud-acc'@'localhost' IDENTIFIED BY 'password-for-owncloud-acc-user'; mysql> CREATE DATABASE ownclouddb; mysql> GRANT ALL ON ownclouddb.* TO 'owncloud-acc'@'localhost'; mysql> FLUSH PRIVILEGES; mysql> exit
Sampai disini persiapan sudah selesai. Kita dapat langsung men-download file instalasi owncloud server. Disini saya men-download versi 8.0.3.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# wget -c https://download.owncloud.org/community/owncloud-8.0.3.tar.bz2
Kemudian extract file tersebut ke folder "/var/www/html" dan berikan hak akses yang benar agar bisa diakses oleh apache.
root@Acc-FileSrv:/home/IT# tar -xvf owncloud-8.0.3.tar.bz2 -C /var/www/html/ root@Acc-FileSrv:/home/IT# mv /var/www/html/owncloud /var/www/html/acc-cstorage root@Acc-FileSrv:/home/IT# chown -R www-data.www-data /var/www/html/acc-cstorage
Selasa, 19 Mei 2015
Ubuntu Server 12.04 - Bag. 5 : Instalasi, Konfigurasi dan Integrasi LDAP & Samba Server - 3
Pada tutorial sebelumnya : Instalasi, Konfigurasi dan Integrasi LDAP & Samba Server - 2, saya telah membahas cara memigrasikan user-user linux yang telah exist di system ke server LDAP menggunakan utility MigrationTools dari padl.com. Dengan menggunakan utility ini, user & group di LDAP memiliki informasi UID, GID, Lokasi Home Directory, dll yang sama dengan di System Linux.
Sedangkan pada tutorial yang sebelumnya lagi : Instalasi, Konfigurasi dan Integrasi LDAP & Samba Server -1, saya juga sempat membahas cara menambahkan user LDAP menggunakan perintah yang sangat sederhana menggunakan "smbldap-tools". Ini mengakibatkan informasi GID, UID, Lokasi Home Directory user LDAP tersebut berbeda dengan yang ada di System Linux.
Nah, pada tutorial kali ini saya akan menunjukkan cara membuat group & user Linux berikut GID, UID dan lokasi Home Directory-nya, kemudian menambahkan group & user LDAP yang memiliki informasi GID, UID dan lokasi Home Directory yang sama dengan yang terdapat pada System Linux.
Disini saya mengasumsikan kita telah menjalankan perintah "smbldap-populate" dan file "smb.conf" dikonfigurasi seperti berikut ini.
root@Acc-FileSrv:~# vim /etc/samba/smb.conf [global] workgroup = WANASL.LCL netbios name = wanasl.lcl server string = %h server (Samba, Ubuntu) server role = standalone server map to guest = Bad User obey pam restrictions = Yes pam password change = Yes #passwd program = /usr/bin/passwd %u #passwd chat = *Enter\snew\s*\spassword:* %n\n *Retype\snew\s*\spassword:* %n\n *password\supdated\ssuccessfully* . ldap delete dn = Yes add user script = /usr/sbin/smbldap-useradd -m "%u" add machine script = /usr/sbin/smbldap-useradd -w "%u" add group script = /usr/sbin/smbldap-groupadd -p "%g" delete user script = /usr/sbin/smbldap-userdel "%u" delete group script = /usr/sbin/smbldap-groupdel "%g" add user to group script = /usr/sbin/smbldap-groupmod -m "%u" "%g" delete user from group script = /usr/sbin/smbldap-groupmod -x "%u" "%g" set primary group script = /usr/sbin/smbldap-usermod -g "%g" "%u" unix password sync = Yes syslog = 0 log file = /var/log/samba/log.%m max log size = 1000 printcap name = cups dns proxy = No usershare allow guests = Yes panic action = /usr/share/samba/panic-action %d #idmap config * : backend = tdb #passdb backend = tdbsam passdb backend = ldapsam:"ldap://ns.wanasl.lcl" ldap suffix = dc=wanasl,dc=lcl ldap admin dn = cn=admin,dc=wanasl,dc=lcl ldap passwd sync = yes #ldap delete dn = yes ldap idmap suffix = ou=Users ldap group suffix = ou=Groups ldap user suffix = ou-Users ldap machine suffix = ou=Computers ldap ssl = off [printers] comment = All Printers path = /var/spool/samba create mask = 0700 printable = Yes print ok = Yes browseable = No [print$] comment = Printer Drivers path = /var/lib/samba/printers [Public] comment = Writeable Public File Sharing path = /home/Public #force user = public #force group = public read only = No force create mode = 0777 force directory mode = 0777 guest ok = Yes [Accounting] comment = Accounting Dept path = /home/Accounting valid users = aan, ferry, iin, nakayama, nurhafsah, shelly, susi, zefnemy force group = accounting read only = No force create mode = 0750 force directory mode = 0750 inherit permissions = Yes delete veto files = Yes veto files = /*.mp3/*.mpeg/*.mpg/*.avi/*.asf/*.wmv/*.3gp/*.dat/*.iso/*.exe/ [HRD] comment = HRD Dept path = /home/HRD valid users = akiu, ana, emy, ika, nunus, nurmala, ozy, wawan force group = hrd read only = No force create mode = 0750 force directory mode = 0750 inherit permissions = Yes delete veto files = Yes veto files = /*.mp3/*.mpeg/*.mpg/*.avi/*.asf/*.wmv/*.3gp/*.dat/*.iso/*.exe/ [L2E] comment = L2E Dept path = /home/L2E valid users = indra, anca, lia, rifqi force group = l2e read only = No force create mode = 0750 force directory mode = 0750 inherit permissions = Yes delete veto files = Yes veto files = /*.mp3/*.mpeg/*.mpg/*.avi/*.asf/*.wmv/*.3gp/*.dat/*.iso/*.exe/ [IT] comment = IT Dept path = /home/IT valid users = it, havizul, owncloud force group = it read only = No force create mode = 0750 force directory mode = 0750 inherit permissions = Yes delete veto files = Yes veto files = /*.mp3/*.mpeg/*.mpg/*.avi/*.asf/*.wmv/*.3gp/*.dat/*.iso/*.exe/ root@Acc-FileSrv:~# service smbd restart root@Acc-FileSrv:~# service nmbd restart
Senin, 18 Mei 2015
Ubuntu Server 12.04 - Bag. 4 : Instalasi, Konfigurasi dan Integrasi LDAP & Samba Server - 2
Pada tutorial sebelumnya kita juga telah membahas Instalasi, Konfigurasi dan Integrasi LDAP & Samba Server. Pada artikel tersebut kita menggunakan perintah sederhana dari utility smbldap-tools untuk memigrasikan user linux ke LDAP Server secara satu-persatu, kemudian menambahkan user samba dengan perintah "smbpasswd -a user" agar user tersebut memiliki attribut "objectClass: sambaSamAccount" di server LDAP.
Nah, jika yang akan di-migrasikan adalah sebuah sistem linux yang sudah memiliki ratusan bahkan ribuan user / group, apakah bisa kita menggunakan smbldap-tools ?, jujur saja sebagai manusia biasa seorang sysadmin tentu akan menghindari untuk mengentri satu persatu ratusan atau bahkan ribuan user yang telah ada di sistem linux tersebut. Selain membutuhkan waktu yang lama kemungkinan kesalahan pengetikan yang akan terjadi tentu saja cukup besar. Untuk solusi masalah ini kita dapat menggunakan utility MigrationTools yang dibuat oleh padl.com. Utility ini akan meng-export user dan group linux kedalam file ldif, kemudian user dan group yang sudah ada dalam format ldif di tambahkan ke dalam database LDAP Server. Selanjutnya untuk memasukkan user-user samba kedalam database LDAP Server, maka kita harus mengimport file tdbsam kedalam ldapsam. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
Nah, jika yang akan di-migrasikan adalah sebuah sistem linux yang sudah memiliki ratusan bahkan ribuan user / group, apakah bisa kita menggunakan smbldap-tools ?, jujur saja sebagai manusia biasa seorang sysadmin tentu akan menghindari untuk mengentri satu persatu ratusan atau bahkan ribuan user yang telah ada di sistem linux tersebut. Selain membutuhkan waktu yang lama kemungkinan kesalahan pengetikan yang akan terjadi tentu saja cukup besar. Untuk solusi masalah ini kita dapat menggunakan utility MigrationTools yang dibuat oleh padl.com. Utility ini akan meng-export user dan group linux kedalam file ldif, kemudian user dan group yang sudah ada dalam format ldif di tambahkan ke dalam database LDAP Server. Selanjutnya untuk memasukkan user-user samba kedalam database LDAP Server, maka kita harus mengimport file tdbsam kedalam ldapsam. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut :
- Melakukan migrasi user & group sistem linux ke LDAP menggunakan MigrationTools dari padl.com. Tahapan ini terdiri dari meng-export user dan group sistem linux menjadi file ldif, kemudian mengedit file ldif tersebut sesuai kebutuhan, dan yang terakhir menambahkan user dan group ke dalam database LDAP Server dengan menggunakan file ldif tersebut.
- Megimport user dan group samba dari database tdbsam ke database ldapsam.
Langganan:
Postingan (Atom)