Rabu, 13 Mei 2015

Ubuntu Server 12.04 - Bag. 3 : Instalasi, Konfigurasi dan Integrasi LDAP & Samba Server - 1

Kali ini kita akan membangun sebuah LDAP Server dan SAMBA Server kemudian mengintegrasikan keduanya. Adapun informasi dari Host Server yang saya gunakan adalah sebagai berikut.

PC : LDAP Server
OS : Ubuntu 12.04 Server
Hostname : ns.wanasl.lcl
IP Address : 172.16.16.106

PC : SAMBA Server
OS : Ubuntu 14.04 Server
Hostname : acc-filesrv.wanasl.lcl
IP Address : 192.168.1.196

  1. Instalasi dan Konfigurasi LDAP Server

  2. Informasi OS yang saya gunakan.

    it@gnr-srv:~$ sudo cat /etc/os-release 
    NAME="Ubuntu" 
    VERSION="12.04.5 LTS, Precise Pangolin" 
    ID=ubuntu 
    ID_LIKE=debian 
    PRETTY_NAME="Ubuntu precise (12.04.5 LTS)" 
    VERSION_ID="12.04" 
    
    it@gnr-srv:~$ sudo uname -a 
    Linux ns.wanasl.lcl 3.8.0-29-generic #42~precise1-Ubuntu SMP Wed Aug 14 16:19:23 UTC 2013 x86_64 x86_64 x86_64 GNU/Linux 
    
    it@gnr-srv:~$ sudo vim /etc/hostname 
    ns.wanasl.lcl 
    
    it@gnr-srv:~$ sudo vim /etc/hosts 
    127.0.0.1 localhost.localdomain localhost 
    127.0.1.1 ldap.wanasl.lcl ldap 
    172.16.16.101 ns.wanasl.lcl  ns 
    .
    .
    
    it@gnr-srv:~$ sudo reboot
    

    Install LDAP Server.

    root@ns:/home/it# apt-get install slapd ldap-utils
    
    Administrator Password : <- Ketikkan Password Administrator LDAP yang akan digunakan
    Configrm Password : <- Konfirmasi ulang Password Administrator LDAP
    

    Konfigurasi ulang slapd.

    root@ns:/home/it# dpkg-reconfigure slapd
            Omit OpenLDAP server configuration? No
     DNS domain name: wanasl.lcl
     Organization name: wanasl
     Administrator password : ->   Isi dengan password administratoe sewaktu instalasi slapd atau gunakan password lain.
     Confirm password: -> Sama dengan diatas
     Database backend to use:  HDB
     Do you want the database to be removed when slapd is purged ? No
     Move old database ? Yes
     Allow LDAPv2 protocol ? No
    

    Untuk mempermudah konfigurasi atau melihat hasil konfigurasi, install phpldapadmin.

    root@ns:/home/it# apt-get install phpldapadmin
    root@ns:/home/it# vim /etc/phpldapadmin/config.php 
    .
    .
    .
    // $config->custom->appearance['hide_template_warning'] = false; 
    $config->custom->appearance['hide_template_warning'] = true;
    .
    .
    .
    #$servers->setValue('server','host','127.0.0.1'); 
    #$servers->setValue('server','host','172.16.16.106'); 
    $servers->setValue('server','host','ns.wanasl.lcl'); 
    .
    .
    #$servers->setValue('server','base',array('dc=example,dc=com')); 
    $servers->setValue('server','base',array('dc=wanasl,dc=lcl')); 
    .
    .
    .
    $servers->setValue('login','auth_type','session'); 
    .
    .
    .
    #$servers->setValue('login','bind_id','cn=admin,dc=example,dc=com'); 
    $servers->setValue('login','bind_id','cn=admin,dc=wanasl,dc=lcl'); 
    .
    .
    

Rabu, 06 Mei 2015

Ubuntu Server 12.04 - Bag. 1 : Konfigurasi DNS Server

Pada tutorial ini saya akan membangun Server Linux menggunakan Ubuntu 12.04.3 64 bit. Dibagian pertama ini saya akan memulai dengan tahapan memangun DNS Server. Seperti biasa, software DNS yang digunakan adalah "Bind9". Jika anda belum menginstall Ubuntu Server 12.04 di PC anda, maka silahkan install terlebih dahulu, caranya tidak akan saya jelaskan disini. Silahkan cari di mbah google, he..he..
Saya sendiri menginstallnya sebagai sebuah VM di Citrix XenServer 6.2 dengan ukuran hardisk Virtual sebesar 80 GB dan 2,5 GB RAM jika dilihat dari Xen Center. Perhatikan baris-baris perintah berikut ini, saya mengetikkannya didalam OS Ubuntu 12.04.3 (VM Guest) :

root@gnr-srv:/home/it# cat /etc/os-release
NAME="Ubuntu"
VERSION="12.04.3 LTS, Precise Pangolin"
ID=ubuntu
ID_LIKE=debian
PRETTY_NAME="Ubuntu precise (12.04.3 LTS)"
VERSION_ID="12.04"

root@gnr-srv:/home/it# uname -a
Linux gnr-srv 3.8.0-29-generic #42~precise1-Ubuntu SMP Wed Aug 14 16:19:23 UTC 2013 x86_64 x86_64 x86_64 GNU/Linux

root@gnr-srv:/home/it# top

top - 10:30:48 up 4 min,  1 user,  load average: 0.03, 0.28, 0.18
Tasks:  90 total,   1 running,  89 sleeping,   0 stopped,   0 zombie
Cpu(s):  0.2%us,  0.0%sy,  0.0%ni, 99.8%id,  0.0%wa,  0.0%hi,  0.0%si,  0.0%st
Mem:   2556592k total,   131916k used,  2424676k free,     9924k buffers
Swap:   976892k total,        0k used,   976892k free,    43964k cached
.
.

root@gnr-srv:/home/it# fdisk -l

Disk /dev/xvda: 85.9 GB, 85899345920 bytes
255 heads, 63 sectors/track, 10443 cylinders, total 167772160 sectors
Units = sectors of 1 * 512 = 512 bytes
Sector size (logical/physical): 512 bytes / 512 bytes
I/O size (minimum/optimal): 512 bytes / 512 bytes
Disk identifier: 0x000eb1c2

    Device Boot      Start         End      Blocks   Id  System
/dev/xvda1            2048    85938175    42968064   83  Linux
/dev/xvda2        85938176    87891967      976896   82  Linux swap / Solaris
/dev/xvda3        87891968   166017023    39062528   83  Linux

root@gnr-srv:/home/it# blkid
/dev/xvda1: UUID="7df45e6d-8250-4f1a-b6fd-41565bd21f46" TYPE="ext4" 
/dev/xvda2: UUID="80b88f74-8c9e-418c-974e-f10d0ad815d3" TYPE="swap" 
/dev/xvda3: UUID="8a82492e-7071-4db0-a6c2-6518f71dcfab" UUID_SUB="44c6ef49-7f81-434f-852b-f1601a5beab5" TYPE="btrfs" 

root@gnr-srv:/home/it# df -h | grep /dev/xvda
/dev/xvda1       41G  793M   38G   3% /
/dev/xvda3       38G   56K   36G   1% /proxy-cache

Saya menggunakan format "btrfs" pada partisi "/proxy-cache", karena dibagian lain dari artikel ini kita juga akan membangun sebuah proxy server. Langkah selanjutnya adalah menggunakan server repository lokal agar mendapatkan kecepatan yang tinggi pada saat menginstall paket-paket yang diperlukan.

Senin, 04 Mei 2015

Mikrotik : Mengamankan Mikrotik Dari Serangan FTP/SSH/TELNET Brute Force

Sudah menjadi hal yang lazim bahwa interface public dari router mikrotik adalah merupakan langganan dari serangan FTP/SSH/TELNET Brute Force. Jika ini dibiarkan saja, selain akan mengganggu anda karena log mikrotik yang muncul untuk memberi tahu bahwa interface mikrotik sedang coba diakses via ssh/telnet/ftp, juga menjadi sesuatu yang cukup beresiko disisi keamanan router anda. Untuk mengamankan interface public router mikrotik dari serangan ssh/telnet/ftp brute force, buatlah konfigurasi "firewall filter" di router mikrotik seperti berikut ini.

[adminUTIK@GW1] > ip firewall filter print    
Flags: X - disabled, I - invalid, D - dynamic
 .
 .

 3   ;;; drop ftp brute forcers
     chain=input action=drop protocol=tcp src-address-list=ftp_blacklist dst-port=21

 4   chain=output action=accept protocol=tcp content=530 login incorrect dst-limit=1/1m,9,dst-address/1m

 5   chain=output action=add-dst-to-address-list protocol=tcp address-list=ftp_blacklist address-list-timeout=3h content=530 Login incorrect

 6   ;;; drop ssh brute forcers
     chain=input action=drop protocol=tcp src-address-list=ssh_blacklist dst-port=22

 7   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp src-address-list=ssh_stage3 address-list=ssh_blacklist
     address-list-timeout=12w6d dst-port=22

 8   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp src-address-list=ssh_stage2 address-list=ssh_stage3
     address-list-timeout=1m dst-port=22

 9   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp src-address-list=ssh_stage1 address-list=ssh_stage2
     address-list-timeout=1m dst-port=22

10   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp address-list=ssh_stage1 address-list-timeout=1m dst-port=22

11   ;;; drop telnet brute forcers
     chain=input action=drop protocol=tcp src-address-list=telnet_blacklist dst-port=23

12   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp src-address-list=telnet_stage3 address-list=telnet_blacklist
     address-list-timeout=8w4d dst-port=23

13   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp src-address-list=telnet_stage2 address-list=telnet_stage3
     address-list-timeout=1m dst-port=23

14   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp src-address-list=telnet_stage1 address-list=telnet_stage2
     address-list-timeout=1m dst-port=23

15   chain=input action=add-src-to-address-list connection-state=new protocol=tcp address-list=telnet_stage1 address-list-timeout=1m dst-port=23

 .
 .

Mikrotik : Layer 7 Protocol, Redirect HTTP To External Proxy, Firewall

__________________________________


TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG TEMAN !
SEBELUM MELANJUTKAN MEMBACA, TOLONG SUBSCRIBE KE CHANNEL YOUTUBE SAYA YA KAWAN.
CARANYA KLIK TOMBOL MERAH DIATAS.

____________________________________________________________________________________________________________________________________
________________________




Hai !!, kali ini saya akan menunjukkan cara konfigurasi mikrotik untuk memblokir situs-situs pada jam tertentu, dan melakukan redirect traffic http ke external proxy. Adapun topology jaringan yang akan digunakan akan tergambar melalui daftar ip berikut :
DMZ Hosts (Servers) : 172.16.16.0/24
Users / clients : 192.168.0.0/16
IP Backbone : 10.0.0.0/24
Proxy Server : 172.16.16.106
Router Gateway : Mikrotik
Adapun rules yang akan dibuat adalah seperti berikut ini.
  1. Pada hari dan jam kerja (senin-jum'at - 08:00-16:00) Traffic HTTP dari clients (192.168.0.0/16) akan di-redirect ke external proxy (172.16.16.106:3128). Sedangkan diluar hari dan jam kerja tersebut traffic HTTP tidak akan di-redirect (langsung melewati router gateway seperti traffic HTTPS).
  2. Pada hari dan jam kerja (senin-jum'at - 08:00-16:00) akses ke Facebook dan Youtube akan diblokir. Diluar hari dan jam kerja tersebut akses ke kedua situs tersebut tidak diblokir.
  3. Traffic antara DMZ, Clients dan Backbone tidak akan dilimit oleh router gateway. Ini berguna jika anda hendak membatasi / melimit bandwith Proxy Server ke Internet, maka agar traffic internal antara DMZ, Clients dan Backbone tidak terganggu / terlimit, maka anda harus menempatkan di simple queue (karena yang kita gunakan adalah simple queue) diurutan teratas traffic internal ke 3 area tersebut unlimited (maksimum bandwith lokal), baru dibawahnya baris konfigurasi simple queue yang melimit bandwith Poxy Server. Kita bisa saja menggunakan cara lain untuk melimit bandwith Proxy Server ke Internet dan meng-Unlimit bandwith proxy Server ke Jaringan Lokal yaitu dengan cara menandai paket hit mikrotik agar unlimited dan selain paket hit akan dilimit. Namun saat ini kita tidak akan menggunakan cara ini.
  4. Rule ini berlaku mulai tanggal 10 April 2015.
Untuk merealisasikan rule-rule diatas, maka ikuti langkah-langkah berikut ini.

Kamis, 30 April 2015

Citrix XenServer - Tips & Trik (The disk size cannot be altered as the disk is already being updated or in use by a running VM)

Pada saat saya akan me-resize ukuran hardisk virtual dari VM CentOS 6.x di host XenServer 6.2 melalui XenCenter, saya tidak bisa melakukannya karena menu untuk me-resize ukuran disk-nya berstatus disable dan diatasnya ada pesan "The disk size cannot be altered as the disk is already being updated or in use by a running VM". Maka saya terpaksa me-resize hardisk virtual VM CentOS tersebut melalui command line dengan menggunakan xe command. Ukuran disk dari vm tersebut awalnya adalah sekitar 21 GB (virtual-size ( RO): 21474836480), dan partisi yang terpakai adalah sekitar 7 GB. Saya ingin memperbesar kapasitasnya hingga berukuran 170 GB, karena saya akan menginstall aplikasi Owncloud Server di OS CentOS tersebut. Kebetulan OS CentOS tersebut menggunakan partisi LVM sehingga saya dapa dengan mudah meng-extend ukuran kapasitasnya.
Adapun cara untuk me-resize hardisk virtual sebuah vm di host xenserver 6.2 melalui command line adalah sebagai berikut (gunakan fitur "tab complete" untuk mempermudah dalam menuliskan perintah xe command yang tersedia).

Senin, 27 April 2015

Konfigurasi Squid 2.7 Sebagai Bandwith Limiter

Hai, sobat. Ketemu lagi. Kali ini saya akan melanjutkan artikel sebelumnya masih seputar Proxy Server dengan Squid 2.7. Dan kali ini yang akan dibahas adalah implementasi squid 2.7 sebagai bandwith limiter. Memang kemampuan Squid sebagai bandwith limiter tidaklah sehebat tools-tools Bandwith Manager yang spesial digunakan sebagai Bandwith Management, namun Squid sebagai bandwith limiter pada kebanyakan kasus bisa sangat bermanfaat dan mencukupi untuk melimit bandwith user-user dalam jaringan.
Agar Squid kita dapat digunakan untuk melimit bandwith, maka Squid harus dikompilasi dengan opsi "--enable-delay-pools", dalam instalasi Squid 2.7 Stable 7 melalui perintah "apt-get install squid" seperti yang telah kita lakukan pada tutorial sebelumnya telah menggunakan opsi tersebut, dapat kita buktikan dengan perintah berikut :

root@proxy:/home/it# squid -v
Squid Cache: Version 2.7.STABLE7
configure options:  '--prefix=/usr' '--exec_prefix=/usr' '--bindir=/usr/sbin' '--sbindir=/usr/sbin' '--libexecdir=/usr/lib/squid' '--sysconfdir=/etc/squid' '--localstatedir=/var/spool/squid' '--datadir=/usr/share/squid' '--enable-async-io' '--with-pthreads' '--enable-storeio=ufs,aufs,coss,diskd,null' '--enable-linux-netfilter' '--enable-arp-acl' '--enable-epoll' '--enable-removal-policies=lru,heap' '--enable-snmp' '--enable-delay-pools' '--enable-htcp' '--enable-cache-digests' '--enable-underscores' '--enable-referer-log' '--enable-useragent-log' '--enable-auth=basic,digest,ntlm,negotiate' '--enable-negotiate-auth-helpers=squid_kerb_auth' '--enable-carp' '--enable-follow-x-forwarded-for' '--with-large-files' '--with-maxfd=65536' 'i386-debian-linux' 'build_alias=i386-debian-linux' 'host_alias=i386-debian-linux' 'target_alias=i386-debian-linux' 'CFLAGS=-Wall -g -O2' 'LDFLAGS=-Wl,-Bsymbolic-functions' 'CPPFLAGS='

Tuh kan anda liat sendiri..., ada opsi '--enable-delay-pools' kann.. ? He..he..
Baiklah, sebelum lebih jauh pembahasan kita, sebelum menjadikan Squid sebagai bandwith limiter, perlu diperhatikan 4 hal berikut ini :
  1. Squid harus dikompilasi dengan opsi "--enable-delay-pools". Telah kita bahas diatas.
  2. Squid menghitung bandwith dengan satuan "bytes per second". Ingat bahwa 1 byte = 8 bit, 1 kB/s = 8 kb/s
  3. Koneksi ADSL 1024 kb/s (kilo bit per second) atau 1 Mbps, dalam Squid ditulis dengan 128000 bytes per second, karena :
    1024 kbps = 1 Mbps
    1024 kbps = 1024 : 8 (kBps)
    1024 kbps = 128 kBps
    1024 kbps = 128000 bytes per second
  4. Ukuran file 500 MB, dalam Squid ditulis dengan 512000000 bytes, karena :
    500 MB = 1 MB x 500
    500 MB = 1024 kB x 500
    500 MB = 512000 kB
    500 MB = 512000000 bytes
    500 MB = 4096000 kb
    500 MB = 4096000000 bits

Jumat, 17 April 2015

Instalasi Dan Konfigurasi Squid 2.7 Stable 7 di Ubuntu 10.04

Squid 2.7 Stable 7 adalah versi squid yang sudah termasuk didalam repository Ubuntu 10.04 yang saya gunakan. Saya sengaja menggunakan versi stable 7 karena alasan kemudahan dalam instalasi. Sebenarnya Squid 2.7 Stable 9 memiliki kelebihan yang sangat menguntungkan yaitu dapat menandai paket hit yang berasal dari proxy server (squid) itu sendiri sehingga disaat kita akan mem-bypass paket hit tersebut dari limitasi bandwith (misal menggunakan router mikrotik) maka hal tersebut mudah untuk dilakukan. Namun, untuk permulaan kita akan tetap akan menggunakan Squid 2.7 Stable 7. Informasi lebih jauh mengenai Proxy dapat dibaca disini. Perhatikan perintah berikut ini yang menunjukkan versi Ubuntu yang saya gunakan.